Charity Events for Sokola Pesisir Mariso

” Now join your hands, and with your hands your hearts.”

(William Shakespeare (1564-1616) British poet and playwright.)

Tak ada yang mampu kami hantarkan selain ucapan terima kasih banyak untuk segala bentuk perhatian, dukungan dan bantuan yang sahabat-sahabat Sokola Pesisir berikan kepada kami selama ini. Pembangunan Sokola Pesisir Mariso kami saat ini tak bisa terlaksana tanpa uluran tangan sahabat-sahabat sekalian.
Ketika kami akhirnya sepakat untuk mengumumkan bahwa Rumah Belajar kami yang lama akan diambil oleh pemiliknya dan itu berarti harus segera pindah dan mencari tempat yang baru untuk kegiatan-kegiatan kami selanjutnya, tak terbayangkan bahwa ternyata banyak sekali yang peduli dan ingin membantu kami. Semenjak kami mulai mengadakan kegiatan pencarian dana dan acara amal, sahabat-sahabat Sokola Pesisir Mariso senantiasa hadir menemani dan mendukung apa yang kami lakukan selama ini. Ada yang menawarkan diri menjadi relawan di sekolah kami, memberikan donasi, berpartisipasi diacara amal yang kami lakukan, kerja bakti pembangunan sekolah, menghibur anak-anak dan masih banyak lagi bentuk perhatian yang sungguh membuat kami terharu.
Beberapa individu dan  komunitas sahabat Sokola Pesisir Mariso juga berinisiatif membantu kami dengan melakukan kegiatan charity untuk keberlangsungan sekolah kami. Beberapa diantaranya yang dilakukan oleh kawan-kawan di komunitas Japan Lovers, komunitas Angin Mamiri di Melbourne, donasi hasil penjualan buku River’s Note serta donasi dari pemutaran keliling film ‘Negeri di Bawah Kabut’.

Charity Event oleh Japan Lovers Community

Charity Event ‘Indonation’ oleh Komunitas Angin Mammiri Melbourne

Buku River’s Note karya Fauzan Mukrim

Pemutaran Keliling ” Negeri di Bawah Kabut ” karya Shalahuddin Siregar

Kegiatan kami juga senantiasa dibantu oleh kakak Puteri, Aulia, Jayanti dan kakak-kakak relawan lainnya yang dengan senang hati meluangkan waktunya untuk menemani adik-adik dan remaja kami belajar dan bermain bersama.

Sekali lagi terima kasih untuk perhatian, dukungan dan bantuan sahabat-sahabat semua yang membuat kami senantiasa kuat dan tetap semangat dalam melakukan pendampingan untuk anak-anak dan remaja di Mariso.

Salam hangat dan selamat menunaikan ibadah puasa.

Laporan Keuangan April, Mei & Juni 2012

Salam Pendidikan,

Sebelumnya kami ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi sahabat-sahabat Sokola Pesisir Mariso yang tengah menunaikan kewajibannya dibulan penuh berkah ini. Dan juga kami ingin meminta maaf atas keterlambatan postingan laporan keuangan selama beberapa bulan berhubung kesibukan masing-masing relawan kami.

Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian sahabat-sahabat Sokola Pesisir Mariso yang tetap senantiasa mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar anak-anak dan remaja kami. Informasi terkini mengenai Sokola Pesisir Mariso adalah saat ini kami sudah tak lagi menempati Balla Papilajarang yang selama kurang lebih 7 tahun menaungi kegiatan yang kami lakukan. Sementara menunggu Rumah Belajar yang baru selesai dibangun, kami menyewa sepetak rumah sebagai tempat anak-anak dan remaja melakukan kegiatan pembelajaran yang lokasinya tak jauh dari tempat semula. Pembangunan Rumah Belajar yang baru selama bulan Ramadan ini dihentikan sementara waktu dan akan kembali dilanjutkan setelah Idul Fitri.

Pembangunan Rumah Belajar yang baru

 

Kegiatan di Rumah Belajar sementara

 

 

Berikut adalah Laporan Keuangan Sokola Pesisir:

Laporan Keuangan April 2012

 

Laporan Pengeluaran April 2012

 

Laporan Keuangan Mei 2012

 

Laporan Pengeluaran Mei 2012

 

Laporan Keuangan Juni 2012

 

Untuk pengeluaran Juni 2012 akan dimasukkan pada laporan berikutnya.

Terima kasih untuk tetap mendukung kegiatan kami selama ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta memberikan berkat dan kebaikan untuk kita semua.

- salam-

 

 

Volunteer from Japan !

Ohayo gozaimasu,

“Nama saya Shunsuke Sakakibara, dari Jepang”

begitulah perkenalan singkat Kak Shun (panggilan anak-anak kepada Shunsuke) ketika pertama kali berkunjung ke Sokola Pesisir Mariso. Ya, sudah kurang lebih sebulan Kak Shunsuke menjadi volunteer di Sokola Pesisir dengan mengajari anak-anak dan remaja Mariso mengenai budaya Jepang.

Kak Shun adalah seorang mahasiswa S2 dari Graduate School of Law, Politics di Doshisha University di Kyoto, Jepang. Tujuan kedatangannya ke Indonesia adalah ingin belajar bahasa Indonesia dan mencari pengalaman bergabung pada komunitas di Indonesia. Disela-sela kesibukannya belajar bahasa Indonesia di UNM, kak Shun menyempatkan diri secara rutin setiap hari Rabu dan Minggu ke Sokola.Selain permainan-permainan yang sering dimainkan di Jepang, kak Shun juga mengajarkan origami dan berbagai budaya lokal di Jepang.

(suasana saat kak Shun memandu sebuah game)

SOKOLA Pesisir Mariso sendiri terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi ilmu dan keterampilan yang mereka miliki. Saat ini, kami telah memiliki beberapa volunteer sesuai bidang keahlian mereka masing-masing. Ada yang mengajar tarian, teater, fotografi, film, menulis dan sebagainya.

Meskipun Sokola Pesisir Mariso akan segera pindah, namun lokasi rumah belajar yang baru letaknya tak begitu jauh dari tempat sekarang sehingga anak-anak dan remaja Mariso tetap bisa beraktifitas seperti sediakala nantinya. Bagi sahabat Sokola Pesisir Mariso yang ingin bergabung menjadi volunteer atau relawan, silahkan menghubungi guru kami, Efi di 081355505895, Habibi di  081242249056 dan Imran di 082190358797.

(salaman dulu sebelum pulang, kak Shun)

 ”Setiap orang adalah guru, alam raya sekolahku”

Mari kita saling berbagi

Salam pendidikan,

-Support Our Sokola Pesisir Mariso-

LPJ Maret 2012

Salam Pendidikan,

There can be miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe

(Mariah Carey)

Sepenggal lirik lagu “When You Believe” yang dipopulerkan oleh penyanyi Mariah Carey seakan menggambarkan kondisi terkini yang dialami oleh Sokola Pesisir Mariso. Kami percaya bahwa keinginan baik senantiasa mendapatkan jalan terang untuk diwujudkan.

Ketika pertama kali mendengar bahwa Sokola Pesisir Mariso harus segera meninggalkan lokasi yang selama ini ditempati beraktifitas membuat kami sempat panik dan kebingungan. Panik karena kami tak tahu harus pindah kemana dan bingung karena kami tak punya cukup dana untuk mencari tempat yang baru. Tetapi kami tetap berkeyakinan bahwa kami tak sendirian dalam menghadapi permasalahan ini. Masih banyak orang-orang yang peduli dengan keberlanjutan pendidikan anak-anak dan remaja di Mariso yang selama ini lebih sering terabaikan dan kurang diperhatikan. Ini terbukti dari respon yang cepat dan sambutan positif dari sahabat Sokola Pesisir tatkala kami mulai mengkampanyekan aksi penggalangan dana untuk Rumah Belajar yang baru.

Acara Momen Berbagi ‘Sharing is Caring’ yang diadakan di gedung BaKTI pada tanggal 16 Maret lalu juga berhasil menggalang dana lewat lelang Foto yang bekerja sama dengan Komunitas Fotografi Boya-Boya serta dari donasi yang diberikan oleh para hadirin dan undangan. Donasi yang terkumpul melalui rekening khusus untuk Rumah Belajar Sokola Pesisir, amplop donasi dan acara-acara amal yang dilakukan baik oleh Sokola Pesisir maupun oleh komunitas sahabat Sokola Pesisir sebagian telah kami gunakan untuk membayar panjar tanah dan timbunan.

Berikut adalah Laporan Keuangan (pemasukan) yang diterima oleh Sokola Pesisir Mariso dari para donatur per Maret 2012:

Kami juga telah memanjar pembelian tanah yang terletak di belakang Balla Pappilajarang Sokola yang sekarang. Tanah tersebut bukan seperti yang kami sebutkan dalam rencana tanah yang akan dibeli di postingan sebelumnya dikarenakan sang pemilik telah memberikan kepada pihak lain yang duluan membeli. Tanah yang sekarang tak seluas tanah sebelumnya dan juga sedikit lebih murah. Kami telah menimbun petak tanah tersebut dan membutuhkan banyak timbunan karena kondisinya yang berupa perairan. Berikut adalah laporan pengeluran per Maret 2012 dan sisa saldo kas Sekola Pesisir untuk penggalangan dana Rumah Belajar yang baru :

Sisa saldo kas per Maret 2012 adalah Rp. 17,994,000, masih sangat jauh dari total jumlah yang kami butuhkan untuk pembangunan Rumah Belajar, namun cicilan pembelian tanah dan penimbunan adalah langkah besar yang berhasil dilakukan berkat dukungan, bantuan dan donasi sahabat Sokola  Pesisir Mariso.

Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung dan turut berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana Sokola Pesisir Mariso ini. Ketika percaya akan keajaiban yang muncul dari niat baik, uluran tangan-tangan para sahabat yang datang membantu membuat harapan kami terus menyala dan kembali bersemangat mewujudkan impian anak-anak dan remaja Mariso untuk terus bersekolah.

Terima kasih sahabat…

nb:

tambahan dana yang baru masuk dari Bapak Rasyid Idris sebesar Rp. 500.000,- sehingga total dana saat ini sebesar Rp. 18.494.000,- . Terima kasih.

Indahnya Berbagi

Salam Pendidikan,

“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” 

(Paulo Coelho)

Seperti halnya Paulo Coelho, kami pun percaya bahwa niat baik senantiasa mendapatkan banyak dukungan baik serta jalan untuk mewujudkannya. Ini terbukti (lagi) ketika kami mengadakan acara Momen Berbagi ‘Sharing is Caring’ untuk penggalangan dana rumah belajar Sokola Pesisir yang baru di Mariso pada hari Jumat 16 Maret 2012, pukul 4pm-10pm yang bertempat di gedung BaKTI, Jl. DR Sutomo no 26 Makassar.

Dimulai oleh alam raya yang turut merestui acara ini dengan mengirimkan awan-awan putih yang terus menghalau mendung sehingga hujan yang beberapa hari sebelumnya begitu deras melanda kota Makassar urung tuk turun.Tak hanya itu, beberapa kawan komunitas pun turut serta menyukseskan acara tersebut dengan berpartisipasi dan turun langsung membantu dalam persiapan dan pelaksanaannya. Kehadiran kawan-kawan komunitas, para undangan, perwakilan institusi/lembaga serta individu yang begitu perhatian dengan keberlangsungan Sokola Pesisir Mariso membuat kami terharu dan yakin bahwa kami tak sendirian berjuang untuk rumah belajar yang baru ini.

Acara yang dimulai pukul empat sore ini dibuka dengan tarian tradisional dari anak-anak murid TK Sokola Pesisir Mariso yang dengan apik membawakan tarian yang diajarkan oleh guru mereka. Dilanjutkan dengan persembahan tari dari anak-anak murid Sekolah Rakyat Cakrawala yang hanya berlatih selama 2 minggu khusus untuk  berpartisipasi dalam acara Sokola Pesisir sebagai bentuk solidaritas mereka. Juga ada nyanyian dan pembacaan puisi dari anak-anak dampingan KPAJ (Komunitas Pencinta Anak Jalanan) serta dongeng yang dibawakan secara apik oleh pendongeng cilik Makassar, Safira, yang secara sukarela bersedia tampil untuk acara ini. Untuk sesi sore ditutup dengan penampilan tarian modern dari anak-anak dan remaja Sokola Pesisir Mariso yang kian membuat suasana semakin meriah.

Setelah beristirahat dan sholat, acara sesi malam dimulai dengan pentas tari tradisional paduppa yang dibawakan oleh anak-anak TK Sokola Pesisir. Selanjutnya sambutan dari Kordinator Sokola Pesisir Mariso yang mengisahkan mengenai perjalanan Sokola Pesisir dan perkembangan terkini penggalangan dana untuk rumah belajar yang baru. Kemudian disambung dengan sepatah kata dari tokoh masyarakat Mariso yaitu bapak Badaruddin Ophier selaku ketua RW setempat yang sangat mendukung kegiatan-kegiatan Sokola Pesisir dan menyatakan kesediaannya untuk terus membantu keberlangsungan Sokola Pesisir di Mariso yang dirasakan sangat berperan aktif dalam membentuk karakter positif dan memberikan ketrampilan yang berguna bagi anak-anak dan remaja Mariso. Bahkan beliau menawarkan kamar depan rumahnya bila Sokola Pesisir tak berhasil membangun rumah belajar yang baru. Sungguh suatu penghargaan yang luar biasa untuk Sokola Pesisir Mariso.

Gambaran kehidupan sehari-hari di pesisir ditunjukkan lewat persembahan teater yang dibawakan secara menarik oleh anak-anak dan remaja Mariso. M. Aan Mansyur yang telah menghasilkan beberapa buku puisi dan novel juga berpartisipasi mengisi acara dengan berkolaborasi dengan pemain biola muda berbakat Windah Cutamora menyajikan musikalisasi puisi yang diambil dari buku kumpulan puisi terbarunya “tokoh-tokoh yang melawan kita dalam satu cerita’ yang membuat para penonton hanyut dalam alunan kata-kata yang meluncur dari bibir maestro puisi ini.

Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari peran Iqko yang begitu piawai memandu acara dari awal hingga akhir sehingga acara ini terasa akrab dan hangat meskipun banyak dari penonton sebelumnya tak saling mengenal. Setelah pembacaan puisi dari Aan Mansyur, oleh kordinator Komunitas Boya-boya, Muhary Wahyu Nurba, dimulailah lelang foto karya anggota Komunitas Boya-boya dan beberapa sumbangan foto dari sahabat Sokola Pesisir. Sekitar 10 foto dari 18 foto yang dipamerkan laku terjual malam itu. Seluruh hasil penjualan foto disumbangkan untuk rumah belajar Sokola Pesisir. Terdapat juga stand Komunitas Perajut Makassar Quiqui yang menjual karya-karya perajut anggotanya dimana hasilnya diberikan untuk Sokola Pesisir.

Setelah lelang foto selesai, acara dilanjutkan dengan persembahan lagu yang dibawakan oleh band anak muda penggemar budaya Jepang, JLo, alias Japan Lovers. Acara kemudian ditutup dengan persembahan musik akustik yang dibawakan oleh relawan Sekolah Rakyat Cakrawala.

Momen Berbagi ‘Sharing is Caring’ ini tak mungkin berlangsung sukses tanpa dukungan dan bantuan dari banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada BaKTI yang telah menyediakan fasilitas dan bantuan yang besar mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara ini. Juga kepada Komunitas Boya-boya yang banyak membantu kami dari awal hingga akhir dan telah menyumbangkan foto-fotonya untuk dilelang. Kami juga berterima kasih kepada pengisi acara dari KPAJ Makassar, Sekolah Rakyat Cakrawala, JLo (Japan Lovers), Aan Mansyur Safira pendongeng cilik Makassar, Rumah Ide dan Komunitas Perajut Makassar. Tak lupa kepada Kampung Buku, Jemaat GPIB Mangamaseang, Blogger Angin Mammiri, I-Radio, SPFM, Honobono, Detik.com, Harian Fajar, Rumata’, Rumah Ceria, PKBL Pertamina, UKM kampus, para donatur, para pembeli foto dan buku, ibu guru Uni dan Rizki, orangtua murid Sokola Pesisir, masyarakat dan pemuka Mariso serta semua pihak dan komunitas yang tak sempat kami sebutkan satu-persatu. Semoga niat baik ini mendapat pahala yang berlimpah dan impian rumah belajar yang baru bisa terwujud.

” It is not what we give, but what we share…”

“Sharing is Caring” (undangan solidaritas penggalangan dana Sokola Pesisir)

Salam pendidikan,

Kami dari Sokola Pesisir Mariso mengundang teman-teman dan komunitas-komunitas di Makassar untuk hadir dan berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana untuk pembelian tanah dan pembangunan rumah belajar Sokola yang baru.

Acaranya akan diadakan pada

Hari/Tanggal             : Jumat/16 Maret 2012

Waktu                       : Pukul 15.00 – 22.00 WITA

Tempat                      : Gedung BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia)

Jl. DR. Sutomo no 26 Makassar

Susunan acara  :

Sore

Waktu                  Acara                           

16.00-16.15        Slide Foto Komunitas Boya-Boya

16.15-16.45        Tari Tradisional (PAUD Sokola)

16.45-17.00        Pentas Seni

17.00-17.15        Nyanyian Anak

17.15-17.35        Dongeng (Safira, pendongeng cilik)

17.35-18.00        Pentas Tari

Malam

18.45-19.00        Pentas Tari

19.00-19.15        Sambutan  (Sokola Pesisir, BaKTI, tokoh masyarakat Mariso)

19.15-19.30        Film Dokumenter  Sokola Pesisir

19.30-20.10        Momen Berbagi

20.10-20.20        Permainan Biola (Windah)

20.20-20.30        Pembacaan Puisi (M Aan Mansyur)

20.30-21.00        Pentas Teater Sokola

Turut berpartisipasi stand Komunitas Perajut Makassar (Quiqui) dan Kerajinan Sokola Pesisir (jika ada komunitas yg ingin menyumbangkan karyanya bisa menghubungi kami)
Kami sangat mengharapkan kehadiran teman-teman sekalian di acara ini.

Info lebih lanjut hubungi :
Efi (081355505895)
Habibi (081242249056)
Imran (082190358797)

…because sharing is caring

Laporan Keuangan per Februari 2012

Salam pendidikan,

Berikut adalah laporan keuangan penggalangan dana untuk rumah belajar Sokola Pesisir Mariso yang baru per Februari 2012.

Beberapa transferan tidak mencantumkan nama dan ada juga yang hanya berupa nomor kartu atau rekening dari penyumbang. Kami mencantumkan sesuai nomor rekening penyumbang yang tertera pada rekening koran account Sokola untuk penggalangan dana ini. Mohon maaf bila ada yang merasa kurang berkenan.

Terima kasih kepada para pemerhati pendidikan dan yang peduli dengan keberlangsungan Sokola Pesisir di Mariso. Semoga membawa berkah bagi kita semua.

Tetap semangat dan terus berkarya

-SOS_

Waktunya Kita Bercerita

Kabar mengenai Sokola Pesisir Mariso yang mesti segera pindah pada bulan Mei 2012 tak pelak juga membuat anak-anak dan remaja yang sering berkegiatan, belajar dan bermain di Sokola Pesisir menjadi kaget dan khawatir bila Sokola Pesisir harus berhenti begitu saja. Beberapa dari mereka kerap bertanya rencana Sokola kedepan. Kelompok belajar film dan fotografi segera membuat semacam film pendek tentang kegiatan belajar di Sokola dan pandangan masyarakat Mariso tentang apa yang telah dilakukan oleh Sokola Pesisir. Kelompok kerajinan juga memproduksi dengan jumlah cukup banyak untuk kegiatan aksi penggalangan dana untuk Sokola Pesisir.

(kelompok film/fotografi sedang mewawancarai penduduk Mariso)

Berikut ini 2 catatan kecil dari anak-remaja dampingan Sokola Pesisir di Kampung Mariso :

Rifki, murid Sokola Pesisir Mariso

Sokola itu sudah seperti rumah kami. Di Sokola, saya dan teman-teman semua sudah seperti saudara, susah senang dijalani bersama. Disini kami belajar banyak hal. Sejak SD, saya sudah sering bermain di Sokola. Bahkan sejak SD pula saya sudah mulai belajar mengoperasikan komputer, membuat film, tahu teknik fotografi dan juga membuat kerajinan. Itu semua saya pelajari di Sokola. Kegiatan itu membantu kami untuk lebih mandiri dalam berusaha untuk menambah penghasilan keluarga. Ada banyak kakak-kakak yang membantu kami belajar di Sokola. Dengan mereka pun kami seperti teman. Suasana belajarnya pun tidak membosankan. Kami seperti bermain saja tetapi ilmu yang mereka berikan bisa kami serap dengan baik. Saya senang sekali, meskipun tinggal di kawasan pesisir tetapi saya juga punya kesempatan belajar banyak hal yang membuat saya hingga sekarang memiliki wawasan yang luas. Selama ini, kami merasa tidak pernah sia-sia belajar disini. Waktu luang kami juga tidak terbuang sia-sia. Makanya, saya akan kecewa sekali jika Sokola harus berhenti. Dimana lagi saya, teman-teman dan adik-adik kami selanjutnya akan belajar dan bermain bersama?

(suasana kelas komputer)

Ana, murid dan guru mengaji di Sokola Pesisir Mariso

Nama saya Ana. Sekarang saya di Sokola mengajar anak-anak kecil mengaji. Dari masih kecil hingga sekarang saya masih tetap belajar di Sokola. Setiap pulang sekolah, saya pasti ke Sokola lagi, saya merasa lebih senang di Sokola. Di Sokola saya mempunyai banyak teman dan guru-guru yang memiliki kepribadian yang berbeda. Ada yang suka mo’jo’ (ngambek, -red), ada yang pintar, ada yang baik dan lucu. Guru-guru di Sokola selalu mengerti dan tetap baik meskipun kami terkadang sangat nakal. Sering juga kami bertengkar gara-gara masalah kecil dan tidak lama kemudian kami akan baikan lagi. Kami merasa sudah seperti saudara. Berkat Sokola pula saya bisa ikut banyak kegiatan dan sekarang ini juga sedang ikut dengan Kompas Muda. Semenjak ada kabar Sokola akan dipindahkan, kami berusaha membuat kerajinan yang banyak agar nantinya kami bisa membantu guru-guru kami mendapatkan dana untuk tempat Sokola kami yang baru. Saya juga berterima kasih kepada warga Mariso yang banyak mendukung dan membantu kami di Sokola. Semoga Sokola Pesisir Mariso tetap ada sehingga kami bisa terus bermain dan belajar bersama. 

(suasana anak-anak Mariso belajar mengaji)

Kami semua berharap, Sokola Pesisir Mariso bisa terus menemani anak-anak dan remaja Mariso dan segera bisa menempati sekolah yang baru secepatnya.

Tetap semangat dan berkarya !

Laporan Keuangan Penggalangan Dana

Salam Pendidikan,

Sesuai janji kami untuk memberikan laporan terkini dari penggalangan dana untuk lokasi Sokola Pesisir yang baru, baik melalui rekening Donasi Sokola Pesisir, via rekening Sokola Jakarta, via kawan dan lewat amplop donasi individual yang juga kami sebarkan kebeberapa perwakilan yang kami percaya.

Berikut Laporan Dana yang masuk per Januari 2012 :

Untuk hasil penjualan buku, pakaian layak pakai, aksesoris/kerajinan tangan akan diumumkan kemudian setelah terkumpul dari perwakilan-perwakilan Sokola Pesisir Mariso.

Terima kasih untuk semua dukungannya terhadap keberlanjutan Sokola Pesisir Mariso.

Tetap semangat !!

-SOS-

Catatan: Tentang Relawan

Mengapa banyak orang orang yang terkagum-kagum melihat kita? Seolah-olah kita telah melakukan hal yang sangat luar biasa, padahal kita berkegiatan biasa-biasa saja. Memangnya apa yang telah kita lakukan? Lalu, mengapa mereka menganggap yang kita lakukan ini hal yang luar biasa? Dan mengapa mereka sangat senang mendengar cerita dari kita?

Pertanyaan beruntun ini muncul dari mulut Umar, seorang peserta didik dari Sekolah Pesisir. Hari itu kami mendapat kunjungan dari seorang teman. Ya,, kunjungan dari teman atau komunitas lain adalah motifasi tersendiri bagi keberlangsungan belajar mengajar di Sekolah Pesisir. Umar yang sekarang ini menjadi kader pengajar di Sekolah Pesisir tidak sadar bahwa dirinya adalah salah satu orang yang memilki kesempatan spesial. Kesempatan spesial karena ada lembaga pendidikan alternative yang berdiri di sekitar pemukimannya. Apa lagi Umar berkegiatan di sekolah ini sejak ia masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Sekarang Umar telah berada di bangku kelas 1 SMK dan berbagai jenis kegiatan di Sekolah Pesisir telah ia ikuti, mulai dari pendidikan baca tulis hingga berbagai kursus keterampilan. Apa yang tidak disadari oleh Umar adalah, masih banyak tempat lain yang membutuhkan pendidikan alternative, tetapi belum ada lembaga yang berdiri disana. Hasilnya pendidikan di daerah tanpa pendidikan alternative berjalan apa adanya dan setara dengan pendidikan-pendidikan lain.

Saya jadi teringat ditahun 2005 silam, ketika pertama kali bergabung dengan Sekolah Pesisir. Waktu itu beberapa peserta didik kami mendapat beasiswa enam tahun penuh di sekolah dasar yang diberikan oleh perusahaan TELKOMSEL. Waktu itu pada tahun 2005, pemerintah belum memiliki program beasiswa penuh kepada anak-anak di sekolah formal, jadi wajar kalau kami mengklaim kalau program ini adalah ciptaan kami. Namun yang dibutuhkan bukan sekedar beasiswa, ternyata beasiswa tidak menjadi jawaban satu-satunya permasalahan pendidikan kita. Terbukti pada saat itu kami sangat kesusahan mendorong para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah formal. Alasannya sangat sederhana, “jika kamu menyekolahkan anakku, kamu harus mengganti uang yang seharusnya dihasilkan ketika ia tidak bersekolah”. Ini adalah pemikiran sebagian besar warga Mariso pada saat itu. Saya tidak pernah menyalahkan jika mereka berfikir demikian, tetapi yang selalu saya yakini adalah mereka belum terlalu memahami tentang pentingnya pendidikan dalam kompetisi strata sosial. Ada informasi terputus ketika mereka semestinya perlu tahu apa tujuan dari pendidikan.

Setelah berjalan kurang lebih tujuh tahun, pemikiran-pemikiran seperti dulu itu telah berubah. Sekarang hampir semua anak usia sekolah dasar telah duduk di bangku sekolah formal. Kampanye pendidikan yang selalu kami galakkan ternyata tidak sia-sia. Berbaur dengan warga, duduk bercerita dan sebagainya adalah bentuk kampanye kami. Namun apakah kami berhasil dalam hal ini? Jika pertanyaan ini ditujukan untuk pemerintah jawabannya tentu saja tidak! Dalam hal ini, yang dianggap berhasil adalah program dana BOS dari pemerintah, atau mungkin bisa jadi program tim sukses parpol yang datang setiap musim kampanye. Lalu apakah pemerintah perlu tahu tentang apa yang telah kami lakukan? Ini bukan pekerjaan kami, melainkan pekerjaan orang-orang yang berjejaring dan yang peduli dengan kami. Mengapa? Ada hal janggal dari hati ketika kami harus membeberkan semua yang telah kami lakukan, entah mungkin karena menjadi relawan berhubungan dengan perasaan; perasaan peduli terhadap sesama, sehingga sulit untuk dijelaskan. Bahkan, kami tidak pernah mengungkit semua pengorbanan kami kepada peserta kegiatan, biarkan mereka menilai apa yang telah kami lakukan.

Murninya untuk seorang relawan menurut saya, terutama relawan pendidikan, adalah orang lain tidak perlu memuji apa yang telah dilakukan. Seperti yang dikatakan oleh Umar bahwa apa yang kami lakukan ini biasa-biasa saja. Lantas mengapa orang suka memuji? Mungkin ini yang perlu saya jelaskan kepada Umar bahwa banyak orang yang ingin menjadi relawan atau berkegiatan seperti kita, tetapi mereka tidak memiliki kesempatan itu. Ada juga orang yang sangat ingin menjadi relawan, tetapi tidak memiliki kemampuan sebagai seorang relawan. Parahnya lagi ada orang yang belum tahu apa itu relawan, sehigga mereka sangat terkagum-kagum mendengar cerita kita. Lalu, orang yang datang itu senang melihat kita karena mereka juga relawan, jadi mereka tahu apa yang telah kita lakukan, bahkan bisa merasakan seperti apa jadinya ketika kita menjadi relawan.

Bagi teman-teman yang ingin menjadi relawan di Sokola Pesisir, pintu sekolah kami terbuka lebar untuk kalian semua. Bagi kami, ilmu apapun sangat berguna untuk anak-anak dan remaja di kawasan Mariso ini. It is not what we give, but what we share…

Juga, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Sekolah Pesisir dan berpartisipasi disetiap kegiatan kami.

salam dari saya

-habibi-