Sekolah Kehidupan

Sekolah Literasi

Sokola mengembangkan metode dan kurikulum belajar yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan komunitasnya, dengan demikian sekolah dapat terintegrasi dengan kehidupan nyata sehari-hari komunitas.

1. Jambi
Berawal dari fasilitasi baca-tulis-hitung yang telah dirintis sejak tahun 1999 di komunitas Orang Rimba. Sejak ditangani oleh Sokola tahun 2004, kurikulumnya berkembang sesuai tuntutan perubahan lingkungan tempat hidup mereka, diantaranya pertanian sederhana, pendidikan kesehatan serta pendidikan advokasi. Didukung antara Global Environment Facilities – Small Grant Program, Terre des Homes Germany dan British Embassy.

2. Makassar
Program literasi bagi komunitas kampung miskin di pesisir kota dimulai sejak Januari 2005. Di dukung oleh PT. Pertamina, kini sekolah pesisir telah menjadi tempat belajar bagi 170 murid yang berasal dari 3 kampung di kecamatan Mariso, Makassar. 24 di antaranya kini melanjutkan pendidikan di sekolah formal, terdiri dari 21 anak dengan beasiswa Telkomsel Makassar dan 3 anak dengan pembiayaan dari individu.

Selain pendidikan literasi, sekolah pesisir juga memberi pelatihan kerajinan kerang dan mozaik keramik, komputer serta menyelenggarakan TK/playgroup yang mendapatkan sertifikasi kelulusan dari Departemen Pendidikan Nasional. Program ini didukung pula oleh Australian Embassy.

3. Flores
90% penduduk Desa Wailago, Pulau Besar, Flores, buta huruf. Tidak ada fasilitas pendidikan di desa yang terkena tsunami sejak tahun 1992 ini. Sokola mulai berkegiatan di pulau ini sejak Juni 2006 dengan dukungan PT. Trikomsel dan bantuan bangunan rumah sekolah dari PT. Nu Skin di mana 97 murid tengah berupaya membebaskan diri dari buta huruf.

4. Bulukumba
Program baca-tulis-hitung bagi komunitas adat Tana Toa, Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Program dirintis pada Maret 2007, dan mulai berjalan Agustus 2007.

5. Halmahera
Sokola bekerja sama dengan LSM Pilas Ternate, menyelenggarakan program literasi dasar bagi suku Tayawi yang tinggal di kawasan hutan bagian selatan pulau Halmahera, Kabupaten Tidore Kepulauan. Pengetahuan literasi menjadi bekal untuk berhubungan dengan dunia luar. Assessment yang dilakukan pada bulan Juni-Juli 2007 dengan dukungan PT. Trikomsel. Program dimulai Agustus 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s