Laporan Keuangan per Februari 2012

Salam pendidikan,

Berikut adalah laporan keuangan penggalangan dana untuk rumah belajar Sokola Pesisir Mariso yang baru per Februari 2012.

Beberapa transferan tidak mencantumkan nama dan ada juga yang hanya berupa nomor kartu atau rekening dari penyumbang. Kami mencantumkan sesuai nomor rekening penyumbang yang tertera pada rekening koran account Sokola untuk penggalangan dana ini. Mohon maaf bila ada yang merasa kurang berkenan.

Terima kasih kepada para pemerhati pendidikan dan yang peduli dengan keberlangsungan Sokola Pesisir di Mariso. Semoga membawa berkah bagi kita semua.

Tetap semangat dan terus berkarya

-SOS_

Waktunya Kita Bercerita

Kabar mengenai Sokola Pesisir Mariso yang mesti segera pindah pada bulan Mei 2012 tak pelak juga membuat anak-anak dan remaja yang sering berkegiatan, belajar dan bermain di Sokola Pesisir menjadi kaget dan khawatir bila Sokola Pesisir harus berhenti begitu saja. Beberapa dari mereka kerap bertanya rencana Sokola kedepan. Kelompok belajar film dan fotografi segera membuat semacam film pendek tentang kegiatan belajar di Sokola dan pandangan masyarakat Mariso tentang apa yang telah dilakukan oleh Sokola Pesisir. Kelompok kerajinan juga memproduksi dengan jumlah cukup banyak untuk kegiatan aksi penggalangan dana untuk Sokola Pesisir.

(kelompok film/fotografi sedang mewawancarai penduduk Mariso)

Berikut ini 2 catatan kecil dari anak-remaja dampingan Sokola Pesisir di Kampung Mariso :

Rifki, murid Sokola Pesisir Mariso

Sokola itu sudah seperti rumah kami. Di Sokola, saya dan teman-teman semua sudah seperti saudara, susah senang dijalani bersama. Disini kami belajar banyak hal. Sejak SD, saya sudah sering bermain di Sokola. Bahkan sejak SD pula saya sudah mulai belajar mengoperasikan komputer, membuat film, tahu teknik fotografi dan juga membuat kerajinan. Itu semua saya pelajari di Sokola. Kegiatan itu membantu kami untuk lebih mandiri dalam berusaha untuk menambah penghasilan keluarga. Ada banyak kakak-kakak yang membantu kami belajar di Sokola. Dengan mereka pun kami seperti teman. Suasana belajarnya pun tidak membosankan. Kami seperti bermain saja tetapi ilmu yang mereka berikan bisa kami serap dengan baik. Saya senang sekali, meskipun tinggal di kawasan pesisir tetapi saya juga punya kesempatan belajar banyak hal yang membuat saya hingga sekarang memiliki wawasan yang luas. Selama ini, kami merasa tidak pernah sia-sia belajar disini. Waktu luang kami juga tidak terbuang sia-sia. Makanya, saya akan kecewa sekali jika Sokola harus berhenti. Dimana lagi saya, teman-teman dan adik-adik kami selanjutnya akan belajar dan bermain bersama?

(suasana kelas komputer)

Ana, murid dan guru mengaji di Sokola Pesisir Mariso

Nama saya Ana. Sekarang saya di Sokola mengajar anak-anak kecil mengaji. Dari masih kecil hingga sekarang saya masih tetap belajar di Sokola. Setiap pulang sekolah, saya pasti ke Sokola lagi, saya merasa lebih senang di Sokola. Di Sokola saya mempunyai banyak teman dan guru-guru yang memiliki kepribadian yang berbeda. Ada yang suka mo’jo’ (ngambek, -red), ada yang pintar, ada yang baik dan lucu. Guru-guru di Sokola selalu mengerti dan tetap baik meskipun kami terkadang sangat nakal. Sering juga kami bertengkar gara-gara masalah kecil dan tidak lama kemudian kami akan baikan lagi. Kami merasa sudah seperti saudara. Berkat Sokola pula saya bisa ikut banyak kegiatan dan sekarang ini juga sedang ikut dengan Kompas Muda. Semenjak ada kabar Sokola akan dipindahkan, kami berusaha membuat kerajinan yang banyak agar nantinya kami bisa membantu guru-guru kami mendapatkan dana untuk tempat Sokola kami yang baru. Saya juga berterima kasih kepada warga Mariso yang banyak mendukung dan membantu kami di Sokola. Semoga Sokola Pesisir Mariso tetap ada sehingga kami bisa terus bermain dan belajar bersama. 

(suasana anak-anak Mariso belajar mengaji)

Kami semua berharap, Sokola Pesisir Mariso bisa terus menemani anak-anak dan remaja Mariso dan segera bisa menempati sekolah yang baru secepatnya.

Tetap semangat dan berkarya !

Laporan Keuangan Penggalangan Dana

Salam Pendidikan,

Sesuai janji kami untuk memberikan laporan terkini dari penggalangan dana untuk lokasi Sokola Pesisir yang baru, baik melalui rekening Donasi Sokola Pesisir, via rekening Sokola Jakarta, via kawan dan lewat amplop donasi individual yang juga kami sebarkan kebeberapa perwakilan yang kami percaya.

Berikut Laporan Dana yang masuk per Januari 2012 :

Untuk hasil penjualan buku, pakaian layak pakai, aksesoris/kerajinan tangan akan diumumkan kemudian setelah terkumpul dari perwakilan-perwakilan Sokola Pesisir Mariso.

Terima kasih untuk semua dukungannya terhadap keberlanjutan Sokola Pesisir Mariso.

Tetap semangat !!

-SOS-

Catatan: Tentang Relawan

Mengapa banyak orang orang yang terkagum-kagum melihat kita? Seolah-olah kita telah melakukan hal yang sangat luar biasa, padahal kita berkegiatan biasa-biasa saja. Memangnya apa yang telah kita lakukan? Lalu, mengapa mereka menganggap yang kita lakukan ini hal yang luar biasa? Dan mengapa mereka sangat senang mendengar cerita dari kita?

Pertanyaan beruntun ini muncul dari mulut Umar, seorang peserta didik dari Sekolah Pesisir. Hari itu kami mendapat kunjungan dari seorang teman. Ya,, kunjungan dari teman atau komunitas lain adalah motifasi tersendiri bagi keberlangsungan belajar mengajar di Sekolah Pesisir. Umar yang sekarang ini menjadi kader pengajar di Sekolah Pesisir tidak sadar bahwa dirinya adalah salah satu orang yang memilki kesempatan spesial. Kesempatan spesial karena ada lembaga pendidikan alternative yang berdiri di sekitar pemukimannya. Apa lagi Umar berkegiatan di sekolah ini sejak ia masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar. Sekarang Umar telah berada di bangku kelas 1 SMK dan berbagai jenis kegiatan di Sekolah Pesisir telah ia ikuti, mulai dari pendidikan baca tulis hingga berbagai kursus keterampilan. Apa yang tidak disadari oleh Umar adalah, masih banyak tempat lain yang membutuhkan pendidikan alternative, tetapi belum ada lembaga yang berdiri disana. Hasilnya pendidikan di daerah tanpa pendidikan alternative berjalan apa adanya dan setara dengan pendidikan-pendidikan lain.

Saya jadi teringat ditahun 2005 silam, ketika pertama kali bergabung dengan Sekolah Pesisir. Waktu itu beberapa peserta didik kami mendapat beasiswa enam tahun penuh di sekolah dasar yang diberikan oleh perusahaan TELKOMSEL. Waktu itu pada tahun 2005, pemerintah belum memiliki program beasiswa penuh kepada anak-anak di sekolah formal, jadi wajar kalau kami mengklaim kalau program ini adalah ciptaan kami. Namun yang dibutuhkan bukan sekedar beasiswa, ternyata beasiswa tidak menjadi jawaban satu-satunya permasalahan pendidikan kita. Terbukti pada saat itu kami sangat kesusahan mendorong para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah formal. Alasannya sangat sederhana, “jika kamu menyekolahkan anakku, kamu harus mengganti uang yang seharusnya dihasilkan ketika ia tidak bersekolah”. Ini adalah pemikiran sebagian besar warga Mariso pada saat itu. Saya tidak pernah menyalahkan jika mereka berfikir demikian, tetapi yang selalu saya yakini adalah mereka belum terlalu memahami tentang pentingnya pendidikan dalam kompetisi strata sosial. Ada informasi terputus ketika mereka semestinya perlu tahu apa tujuan dari pendidikan.

Setelah berjalan kurang lebih tujuh tahun, pemikiran-pemikiran seperti dulu itu telah berubah. Sekarang hampir semua anak usia sekolah dasar telah duduk di bangku sekolah formal. Kampanye pendidikan yang selalu kami galakkan ternyata tidak sia-sia. Berbaur dengan warga, duduk bercerita dan sebagainya adalah bentuk kampanye kami. Namun apakah kami berhasil dalam hal ini? Jika pertanyaan ini ditujukan untuk pemerintah jawabannya tentu saja tidak! Dalam hal ini, yang dianggap berhasil adalah program dana BOS dari pemerintah, atau mungkin bisa jadi program tim sukses parpol yang datang setiap musim kampanye. Lalu apakah pemerintah perlu tahu tentang apa yang telah kami lakukan? Ini bukan pekerjaan kami, melainkan pekerjaan orang-orang yang berjejaring dan yang peduli dengan kami. Mengapa? Ada hal janggal dari hati ketika kami harus membeberkan semua yang telah kami lakukan, entah mungkin karena menjadi relawan berhubungan dengan perasaan; perasaan peduli terhadap sesama, sehingga sulit untuk dijelaskan. Bahkan, kami tidak pernah mengungkit semua pengorbanan kami kepada peserta kegiatan, biarkan mereka menilai apa yang telah kami lakukan.

Murninya untuk seorang relawan menurut saya, terutama relawan pendidikan, adalah orang lain tidak perlu memuji apa yang telah dilakukan. Seperti yang dikatakan oleh Umar bahwa apa yang kami lakukan ini biasa-biasa saja. Lantas mengapa orang suka memuji? Mungkin ini yang perlu saya jelaskan kepada Umar bahwa banyak orang yang ingin menjadi relawan atau berkegiatan seperti kita, tetapi mereka tidak memiliki kesempatan itu. Ada juga orang yang sangat ingin menjadi relawan, tetapi tidak memiliki kemampuan sebagai seorang relawan. Parahnya lagi ada orang yang belum tahu apa itu relawan, sehigga mereka sangat terkagum-kagum mendengar cerita kita. Lalu, orang yang datang itu senang melihat kita karena mereka juga relawan, jadi mereka tahu apa yang telah kita lakukan, bahkan bisa merasakan seperti apa jadinya ketika kita menjadi relawan.

Bagi teman-teman yang ingin menjadi relawan di Sokola Pesisir, pintu sekolah kami terbuka lebar untuk kalian semua. Bagi kami, ilmu apapun sangat berguna untuk anak-anak dan remaja di kawasan Mariso ini. It is not what we give, but what we share…

Juga, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Sekolah Pesisir dan berpartisipasi disetiap kegiatan kami.

salam dari saya

-habibi-

Calon Lokasi Balla Papilajarang yang Baru

” kitajiya… kalo saya mauku sokola ada terus! “
(mamak Mindong-orang tua murid Sokola Pesisir ketika ditanya pendapatnya bila Sokola Pesisir Mariso ditutup)

Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya, Sokola Pesisir Mariso saat ini harus berkemas untuk segera pindah dari Balla Papilajarang tempat kami berkegiatan selama ini. Ultimatum yang diberikan adalah sampai dengan batas waktu bulan Mei 2012 bangunan rumah belajar ini harus segera dikosongkan karena pemilik tanahnya memiliki rencana lain atas tanahnya.

Beberapa guru dan relawan Sokola Pesisir Mariso telah mencari dan mengobservasi beberapa lokasi untuk rencana pembangunan Balla Papilajarang yang baru dan akhirnya menemukan sebuah lokasi yang dirasa pas dan cocok. Lokasinya tidak jauh dari lokasi saat ini, kurang lebih 20m ke arah barat. Pemilihan tempat didasarkan pada tempat tinggal serta lingkungan kader dan peserta didik. Selain dekat dengan keberadaan Sokola Pesisir Mariso saat ini, lokasi tersebut juga berada ditengah komunitas dampingan dan bertetangga dengan lapangan sepak bola tempat anak-anak dan remaja bermain setiap hari.

(calon lokasi Balla Papilajarang yang baru)

Keterangan:

Luas Tanah: 5m x 15m

Hak Kepemilikan: Sertifikat

Harga: 40 juta

Akta jual beli tanah: 2,2 juta

Sertifikat: 3 juta

Tetap Semangat… !!

SOS, Support Our Sokola

Pesisir Mariso

Yang ingin membantu  mewujudkan impian kami untuk terus mendampingi anak-anak dan remaja Mariso di Balla Papilajarang yang baru, silahkan buka link ini

Sekolah Kami dan Kawan-kawan. Kami Tak Sendirian Berjuang.

Terima kasih kami ucapkan atas respon kawan-kawan yang cepat atas pemberitaan mengenai kondisi terkini Sokola Pesisir Mariso melalui postingan di facebook, twitter, informasi berantai, blog dan sebagainya. Kami begitu terharu dengan banyaknya perhatian dan uluran tangan kawan-kawan yang ingin membantu menggalang dana untuk pembangunan sekolah kami yang baru.

Seperti yang kami informasikan sebelumnya, kami harus segera pindah dari rumah sekolah yang ditempati saat ini pada bulan Mei 2012 karena pemilik tanah tempat kami mendirikan Balla Papilajarang atau rumah belajar memiliki rencana lain atas tanahnya. Sokola Pesisir Mariso sedang memikirkan bagaimana memindahkan rumah belajar kami ke lokasi dalam foto ini dan tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit.

(calon lokasi Balla Papilajarang kami)

Sokola Pesisir Mariso berkegiatan di lingkungan kampung nelayan Mariso sejak tahun 2005 dan telah melibatkan lebih dari 1000 anak-remaja melalui kegiatan baca-tulis-hitung, PAUD, keterampilan hidup dan lain-lain. Utamanya Sokola Pesisir Mariso membantu anak-anak dan remaja di kawasan ini melalui kegiatan pendidikan non formal agar mereka juga mempunyai ketrampilan hidup untuk bisa mandiri dan memperoleh pekerjaan yang layak.

Saat ini kami mengupayakan untuk bisa membeli sepetak tanah tersebut untuk pembangunan rumah belajar kami yang baru, agar kami tak lagi berpindah-pindah dan bisa dengan leluasa berkegiatan. Rencananya lokasi rumah belajar yang baru itu tak jauh dari tempat sekarang. Beberapa komunitas yang ada di kota Makassar telah menyatakan dukungannya dan akan membantu kami dalam penggalangan dana. Komunitas Blogger Makassar, Angin Mammiri, akan membantu kami dalam acara tersebut. Juga dari kawan-kawan di Kampung Buku dan Tanah Indie yang menyediakan tempat untuk pengumpulan pakaian layak pakai dan donasi-donasi. Selain itu Komunitas Merajut Makassar juga telah mempersiapkan rajutan-rajutan mereka yang akan dilelang dan dijual sebagai donasi untuk sekolah kami. Teman-teman fotografi kami juga menyumbangkan beberapa foto terbaik mereka yang bisa dilelang dan dijual di acara penggalangan dana nanti. Dan masih banyak lagi kawan-kawan individu dan komunitas yang bersedia membantu kami. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Dukungan dan perhatian serta bantuan dari kawan-kawan semua membuat kami merasa tak sendirian dan lebih bersemangat lagi dalam mendampingi anak-anak dan remaja di Mariso ini.

Bagi kawan-kawan dan komunitas lain yang ingin membantu kami, silahkan menghubungi  Efi Sulfiani di  081355505895, Habibi di  081242249056 dan Imran di 082190358797 atau membaca link berikut mengenai cara-cara membantu kami.

SOS, Support Our Sokola Pesisir !!!

Banyak Cara Kita Bisa Membantu

Banyak cara membantu anak-anak Sokola Pesisir Mariso

Saat ini Sokola Pesisir Mariso sedang berkemas untuk pindah dari tempat yang selama ini menjadi rumah belajar anak-anak dan remaja di kawasan kampung nelayan Mariso, Makassar. Pemilik tanah rumah belajar meminta mereka untuk segera pindah dibulan Mei 2012 ini. Penggalangan dana telah mulai dilakukan sejak November tahun lalu dimana hasilnya nanti akan digunakan untuk membeli tanah sendiri buat sekolah baru anak-anak pesisir Mariso dan keberlanjutan kegiatan belajar-mengajar mereka.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk membantu Sokola Pesisir Mariso, yakni :

1. Memberikan donasi sukarela kepada mereka melalui akun :

BNI Cab. Mattoangin,

a.n. Andi Sulfiani qq Sokola Pesisir

no. 0243682214

2. Menyumbangkan pakaian layak pakai anda yang nantinya akan dijual murah kepada masyarakat setempat dan hasil penjualannya akan ditabung untuk penggalangan dana sekolah mereka. Sumbangan pakaian layak pakai anda bisa diberikan langsung ke alamat

–          Sokola Pesisir Mariso di Jl. Nuri lr. 300, no 131, Makassar (a.n Efi Sulfiani di  081355505895, Habibi di  081242249056 dan Imran di 082190358797)

–          Kampung Buku, Komp. CV Dewi, Jl. Abd. Dg. Sirua 192E, Makassar (a.n  Anwar Jimpe Rahman, 081342398338)

3. Membeli produk karya anak-anak Pesisir Mariso berupa kerajinan tangan, buku, foto, lukisan dan film. Info mengenai produk anak-anak Pesisir Mariso bisa menghubungi : Efi Sulfiani (081355505895)

4. Menyebarluaskan informasi ini ke sanak, kerabat, teman dan handai taulan lainnya.

5. Memberitahu bos, pimpinan, direksi kantor tempat anda bekerja agar diikutkan kedalam program CSR kantor anda.

6. Turut hadir dan berpartisipasi pada acara penggalangan dana yang pelaksanaannya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Mari kita membantu Sokola Pesisir Mariso agar kegiatan belajar mereka tetap bisa berlanjut untuk masa depan anak-anak Mariso yang lebih baik.

Email Sokola Pesisir Mariso : pesisirkita@yahoo.co.id

 

SOS, Support Our Sokola Pesisir Mariso !!!